Pages

Like Facebook

Wednesday, 24 May 2017

SEUNTAI DO'A


Semoga bermanfaat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
SEUNTAI DO'A..._

Yaa Allah...
Yaa Rahman...
Yaa Rahim...

Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami...
Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...

Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka...
Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...

Bila mulut kami masih diizinkan berucap...
Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...

Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah...
Hantarkanlah ke tempat-2 yang menjadi ibadah kami...

Bila tangan kami masih dapat digerakkan...
Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain...

Bila Matahari masih diperkenankan menyentuh  raga ini...
Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan  tubuh kami...

Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami...
Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...

Bila dari rizki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami...
Datangkanlah dalam jumlah yang banyak bagi kami, yang halalan thoyyiban dari segala arah...
Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...

Yaa Allah...
Yaa Rabb...

Bila keluarga dan saudara - saudara kami disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami...
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yang penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu...

Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga dan saudara - saudara kami ini...
Gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna...

Serta berikanlah  sisa usia yang penuh manfaat dan barokah...

Yaa Allah...

Dengan segala yang telah diperlihatkan pada kami untuk menjadikan ini semua sebagai pelajaran hidup kami...

Karuniakanlah kepada kami, sejak  hari ini sampai Kau utus malaikat Mu untuk mengangkat ruh ini dari jasad kami...
Dengan Limpahan Nikmat dan Kasih Sayang Mu...

“Duhai Allah Subhana Wa Ta'ala, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”

Di akhir hayat kami, kami mohon karunia Mu untuk husnul khatimah...
آمِيْنَ... آمِيْنَ...  يَارَبَّ الْعَـــالَمِيْنَ...

Terima kasih

Renungan Pagi


Apabila kita telah berusaha dan bekerja keras.
Apabila kita telah jalani Sholat yang lima waktu.
Apabila kita sudah melakukan Sholat Dhuha, Tahajud, Dzikir, Sholawat dan DOA.
Namun tetap miskin juga.
Tak perlu minder apalagi protes pada-NYA.

Seorang anak bertanya kepada ibunya :
Ibu, mengapa kita miskin ?.

Dengan tenang sang ibu berkata :
Nak, hidup ini seperti jalan2 di Supermarket. Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan.

Siapa yg membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti,
Siapa yg membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti.

Sementara kita tak mungkin membawa apa2. Karena tak punya uang untuk membelinya.
Dipintu kasirpun kita tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja.

Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak.

Saat orang2 kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban.

Saat orang2 kaya ditanya tentang :
Darimana hartanya mereka peroleh ?
Dan kemana hartanya mereka gunakan ?.

Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban.
Lebih enak bukan !.
Apakah engkau masih juga belum bisa menerima ?.

Anakku,
Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin :

BERSABARLAH SEJENAK,
Karena setelah kematian, kemiskinan itu akan sirna.

BERPIKIRLAH POSITIF,
Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa.

Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih  mudah meraih SURGA-NYA.

JANGAN PERNAH MINDER,
Karena kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia.

Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH SWT.
Singkirkan cemburu, buanglah tanda tanya,
Tentang KehendakNYA Pembagi Nikmat.

Mungkin yang buat kita masih tersimpan di SURGA, Menunggu kita Siap Menerima.
والله اعلم بالصواب
صباح الخير كل يوم وانتم وانتن بالخير
Semangat Pagi, Tetap Optimis, Tetap Bersyukur

Selamat beraktivitas....

APA YANG DIKHAWATIRKAN ITULAH YANG AKAN TERJADI


"Suatu hari, Rasulullah saw menjenguk seseorang yang sedang sakit demam. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut.

Beliau berkata, 'Semoga penyakitmu ini menjadi penawar dosamu’.

Orang itu menjawab, 'Tapi ini adalah demam yang mendidih, yang menimpa orangtua yang sudah peot, yang bisa menyeretnya ke lubang kubur’.

Mendengar keluhan orang itu, Rasulullah saw berkata, ‘Kalau demikian anggapanmu, maka akan begitulah jadinya’. (HR. Ibnu Majah)

Sungguh merdu apa yang dikatakan Rasulullah saw. Perhatikan pesan-pesan Rasulullah berikut ini :

"Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa yang ngedumel, maka kedumelan itu akan menjadi miliknya"
(HR. at-Tirmidzi)

"Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhaannya menerima keputusan Allah."
(HR. Ahmad)

Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia.

Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.

Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal

Jika kita berpikiran sakit, kita pun menjadi sakit.

You are what you think Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Selalu berfikir yang positif dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak, dan kehidupan.

Jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah pada keadaan. Tugas kita hanya 2, yaitu : Berdoa dan Berusaha optimal. Sedangkan selanjutnya itu tugasnya Allah SWT.

Nabi SAW bersabda :
"Ketika seorang hamba berkata Laa Haula Wa Laa Quwwata Ila Billah, maka Allah berfirman, "Lihatlah (hai para malaikat), orang ini telah menyerahkan urusannya kepadaKu"."
(HR. Ahmad)

Barokallohu Fi Umrikum
Wilujeung enjing para wargi
Semangattttt....

Cerita terbaik hari ini, dengerin lah para suami!!


Orang selalu berkata:
       ADA...
 " ... bekas istri "
 " ... bekas suami "

     TIDAK ADA
" bekas anak "
" bekas orangtua"...

Seorang Kepala Dinas melakukan riset kecil kpd para pegawai yang sudah berkeluarga pada saat Rapat di Aula kantor...🤗

Dia lalu meminta 1 pegawai untuk maju ke depan papan tulis. 😎

Kadis : 🤓
" Tuliskan 10 nama orang yg paling  dekat denganmu "

Lalu pegawai itu menulis 10 nama ; ada nama tetangga, orangtua, teman kerja, istri, anak, saudara, dst...

Kadis: 🤓
" Sekarang silakan pilih 7 orang di antara 10 nama tsb yg kamu benar² ingin hidup terus bersamanya "

Pegawai itu lalu mencoret 3 nama.

Kadis : 🤓
" Silakan coret 2 nama lagi "

Tinggalah 5 nama tersisa.

Kadis: 🤓
" Coret lagi 2 nama " 😱

Tersisalah 3 nama yaitu nama :
 " ibu "
 " Istri " dan
 " anak "

Suasana aula jadi hening....😓
Mereka mengira semuanya sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih...😉😃

Tiba².....
Kadis 🤓  berkata :
 " Silakan coret 1 nama lagi..! "😱

Pegawai itu tertegun🙄 untuk sementara waktu,...😶 lalu dengan perlahan ia mengambil pilihan yg amat sulit...dan mencoret nama
 " IBU " nya..!!!
😱😳

...suasana semakin hening...😪😓

Kadis 🤓 berkata lagi :  "Silakan coret 1 nama lagi !"
😱
Hati sang pegawai makin bingung...😩😣
Suasana aula makin tegang...😲😨
Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yg terbaik...😰

Pegawai itu kemudian mengangkat spidolnya dan dengan sangat lambat ia mencoret nama:
  " ANAK " nya..!!!😳😲😱

Bersamaan dengan itulah sang pegawai tidak kuat lagi membendung air matanya, dan..., Ia pun " Menangis "
😭😭😭😭
Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang aula...😫😩😩

Setelah suasana lebih tenang,...😲 akhirnya sang kepala Dinas bertanya...

" Kenapa kamu tidak memilih orang tua " yg membesarkanmu..?!?😩
tidak juga memilih
 " anak " yang adalah darah dagingmu..?!?😰
kenapa kamu memilih
" ISTERI "...?!?...😳

Toh istri bisa dicari lagi khan..?!?..😱

Semua orang didalam aula terpana 😱 menunggu jawaban dari mulut pegawai itu...😳🙄

Lalu pegawai itu berkata lirih : 😩
"istri saya ikut Rapat  ini Pak...."

" PASIR "



Seorang anak kehilangan sepatunya di laut, lalu dia menulis di pinggir pantai ...
LAUT INI MALING ...

Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai ...
LAUT INI BAIK HATI ...

Seorang anak tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai ...
LAUT INI PEMBUNUH ...

Seorang berperahu dan di hantam badai, lalu menulis dipantai ...
LAUT INI PENUH MARABAHAYA

Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai ...
LAUT INI PENUH BERKAH ...

Sementara seisi lautan tak pernah mengeluh.
Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu tanpa sisa.

MAKA.......
JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA.

Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik.
Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai.

Tak usah repot repot mau menjelaskan tentang diri mu kepada siapa pun, Karena yang menyukai mu tidak butuh itu, Dan yang membenci mu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi Siapa yang mau berbuat baik.

Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan ...
Namun Hapuslah kesalahan demi lanjutnya Persaudaraan..

Jika datang kepadamu gangguan...
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.

Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar.
Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti kita.

Tugas kita adalah berbuat yang baik & benar Bukan menghakimi.

Memaafkan adalah memaafkan tanpa tapi..
Menghargai adalah menghargai tanpa tapi..

Jangan pakai hukum sebab akibat untuk membenarkan amarahmu..

Karena jika kita baik, amarah tak tumbuh subur

selamat menebar kebaikan😊
ini dibaca berulang ulang...bagus buat obat hati....